Jumat, 02 April 2010

Hiu Zebra

Hiu Zebra

Status konservasi
Rentan
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Chondrichthyes
Upakelas: Elasmobranchii
Ordo: Orectolobiformes
Famili: Stegostomatidae
Gill, 1862
Genus: Stegostoma
Müller & Henle, 1837
Spesies: S. fasciatum

Nama binomial
Stegostoma fasciatum
(Hermann, 1783)


Habitat hiu Zebra (berwarna biru)

Hiu Zebra, Stegostoma fasciatum, adalah hiu yang ada di perairan Indo-Pasifik yang memiliki sirip yang sangatpanjang, hampir sepanjang tubuhnya. Hiu ini adalah satu-satunya spesies yang masuk kedalam famili Stegostomatidae dan genus Stegostoma.

Nama umum
Hiu ini diberi nama hiu Zebra karena garis pada tubuhnya yang mirip garis pada zebra. Ketika dewasa, garis tersebut berubah menjadi titik seperti cheetah. Oleh sebab itu, hiu ini terkadang disebut sebagai hiu macan tutul, nama yang secara luas merujuk pada Triakis semifasciata, hiu yang dapat ditemukan di pantai Pasifik timur Amerika Utara.

Distribution and habitat
Hiu zebra ditemukan di perairan samudera Pasifik dan samudera Hindia dengan kedalaman sekitar 5 sampai 30 m.

Anatomi
Hiu ini memiliki ekor panjang. Seperti namanya, tubuh hiu ini berpola; hiu muda dengan garis gelap kekuningan, berubah menjadi pola dewasa warna dengan titik-titik gelap, yang ditemukan di seluruh tubuh termasuk sirip. Panjang terbesar hiu ini diketahui mencapai 230 cm.

Hiu zebra di akuarium.

Sifat
Hiu zebra adalah hiu yang bergerak lambat, dan sering diam di lantai laut pada terumbu karang, atau ujung berpasir atau berbatu. Tidak seperti kebanyakan tipe hiu, hiu ini tidak perlu bergerak.

Makanan
Hiu ini makan moluska, crustacean dan ikan kecil yang keluar dari pasir pada malam hari, dan dapat memasuki lubang kecil untuk mencari makanan.

Kepentingan terhadap manusia
Hiu zebra ada yang dimasukan ke penangkaran, dan beberapa akuarium di dunia menunjukan hiu ini. Mereka ditangkap pada skala kecil. Mereka sering terlihat oleh penyelam dan akan tetap berbaring di ujung jika penyelam tidak mendekatinya dengan jarak dekat. Mereka tidak melukai penyelam jika mereka tidak diganggu. Beberapa akuarium menunjukan mereka pelajar yang cepat.

Visit : RichOcean
Download Artikel ini

Hiu Paus

Hiu paus dari Taiwan di Akuarium Georgia
Perbandingan besar dengan manusia

Status konservasi
Rentan (IUCN)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Chondrichthyes
Upakelas: Elasmobranchii
Ordo: Orectolobiformes
Famili: Rhincodontidae
(Müller dan Henle, 1839)
Genus: Rhincodon
Smith, 1829
Spesies: R. typus

Nama binomial
Rhincodon typus
(Smith, 1828)

Habitat hiu paus

Hiu paus, Rhincodon typus, adalah hiu pemakan plankton yang meruapakan spesies ikan terbesar. Hiu ini adalah satu-satunya anggota dari genusnya Rhincodon dan familinya, Rhincodontidae (disebut Rhinodontes sebelum tahun 1984), yang masuk kedalam subkelas Elasmobranchii pada kelas Chondrichthyes. Hiu ini dapat ditemui di samudera tropis dan hangat dan hidup di laut. Spesies ini dipercaya berasal sekitar 60 juta tahun yang lalu.

Visit : RichOcean
Download Artikel ini

Layur

Layur

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Ordo: Perciformes
Famili: Trichiuridae
Genus: Trichiurus
Spesies: T. lepturus
Nama binomial
Trichiurus lepturus
Linnaeus, 1758

Layur (Trichiurus lepturus) merupakan ikan laut yang mudah dikenal dari bentuknya yang panjang dan ramping. Ikan ini tersebar di banyak perairan dunia. Jenis yang ditemukan di Pasifik dan Atlantik merupakan populasi yang berbeda.

Ukuran tubuhnya dapat mencapai panjang 2m, dengan berat maksimum tercatat 5kg dan usia dapat mencapai 15 tahun. Kegemarannya pada siang hari berkeliaran di perairan dangkal dekat pantai yang kaya plankton krustasea. Pada waktu malam ikan ini mendekat ke dasar perairan.

Layur mudah dijumpai di tempat penjualan ikan di Indonesia. Ia juga menjadi ikan umpan. Orang Jepang menyebutnya tachiuo dan memakannya mentah (sebagai sashimi) atau dibakar. Orang Korea menyebutnya galchi dan mengolahnya dengan digoreng atau dibakar. Ikan ini disukai karena dagingnya yang kenyal, tidak terlalu amis, tidak berminyak, serta mudah dilepas tulangnya.

Ikan layur dijual di Tokyo.

Visit : RichOcean
Download Artikel ini

Paus Balin

Paus balin
Rentang fosil: Eosen akhir – sekarang
Paus bungkuk
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Cetacea
Upaordo: Mysticeti
Cope, 1891
Diversitas
Sekitar 15 spesies.
Families
Balaenidae
Balaenopteridae
Eschrichtiidae
Neobalaenidae

Paus balin, juga disebut paus besar, membentuk Mysticeti, satu dari dua subordo Cetacea (paus, lumba-lumba dan pesut). Paus balin memiliki tulang penyaring untuk menyaring makanan dari air. Balin membedakan mereka dari subordo cetacean lainnya, paus bergigi atau Odontoceti. Spesies Mysticeti hidup memiliki gigi pada saat fase embrional. Fosil Mysticeti memiliki gigi sebelum balin berevolusi.

Rorqual
Paus bungkuk, Megaptera novaeangliae
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Cetacea
Upaordo: Mysticeti
Famili: Balaenopteridae
Gray, 1864
Genera
Balaenoptera
Megaptera

Rorqual adalah grup terbesar paus balin dengan dua spesies pada dua genera. Pada grup ini juga terdapat binatang terbesar di dunia, paus biru yang massanya mencapai 150 ton dan dua lainnya yang melewati 50 ton; bahkan paus terkecil di grup ini, paus Minke utara mencapai 9 ton.

Visit : RichOcean
Download Artikel ini

Paus Sperma

Paus Sperma
Perbandingan ukuran dengan manusia

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Cetacea
Upaordo: Odontoceti
Famili: Physeteridae
Genus: Physeter
Spesies: P. macrocephalus
Nama binomial
Physeter macrocephalus
Linnaeus, 1758

Sinonim
Physeter catodon Linnaeus, 1758
Physeter australasianus Desmoulins, 1822


Wilayah penyebaran Paus Sperma (diwarnai biru)

Scarred Giant detail

Paus Sperma (Physeter macrocephalus) adalah hewan terbesar dalam kelompok paus bergigi sekaligus hewan bergigi terbesar di dunia. Paus ini dinamakan karena bahan putih susu spermaceti yang terdapat pada kepalanya, dan pada awalnya dikira sebagai sperma. Kepala Paus Sperma yang besar dan bentuk keseluruhannya yang berbeda, ditambah lagi kemunculannya dalam novel Moby-Dick yang ditulis oleh Herman Mellville, membuatnya dikenal sebagai paus arketipe (archetype).
Sebagian karena Melville, Paus Sperma sering dihubungkan dengan Leviathan semi mistis dari cerita-cerita Alkitab. Paus Sperma juga dulu dikenal sebagai Common Cachalot

Deskripsi fisik
Ciri khas dari Paus Sperma adalah kepalanya yang besar, lebih-lebih untuk pejantannya, yang biasanya bisa mencapai sepertiga daripada panjang badanya. Nama spesiesnya sendiri macrocephaluss diambil dari bahasa Yunani untuk “kepala besar”. Berbeda dengan kulit licin yang dimiliki oleh kebanyakan paus lain, kulit bagian belakang paus sperma biasanya berkedut. Mereka bewarna abu-abu walaupun kadang kelihatan berwarna coklat dibawah cahaya matahari (“Great White Whale” dalam novel Melville, kalaupun ada, kemungkinan adalah albino). Tidak mengherankan kalau otak Paus Sperma adalah yang terbesar dan terberat bagi semua hewan (berat rata-ratanya 7 kg dalam paus jantan dewasa). Namun, otak Paus Sperma adalah tidak begitu besar jika dibandingkan dengan ukuran badannya.

Lubang pernafasan (blowhole) terletak berdekatan dengan bagian depan kepala dan condong ke kiri (jika dilihat dari arah yang sama dengan paus). Ini memberikan ciri-ciri hembusan berkembang yang jelas kearah depan. Sirip belakangnya terletak sekitar dua pertiga dari bawah tulang belakang dan biasanya pendek dan berbentuk segitiga sama kaki. Flukenya juga berbentuk segitiga dan amat tebal. Flukenya diangkat tinggi tinggi dari air sebelum paus melakukan penyelaman dalam.

Paus Sperma mempunyai 20-26 pasang gigi kerucut pada rahang bawah mereka. Setiap gigi bisa mempunyai berat sampai satu kilogram. Asal bentuk gigi ini tidaklah diketahui dengan pasti. Dipercayai bahwa gigi-gigi tersebut tidak diperlukan untuk mengkonsumsi sotong, malah ada Paus Sperma liar yang sehat dan cukup makan namun tidak bergigi. Konsensus para ilmuwan masa kini adalah gigi-gigi tersebut mungkin digunakan dalam pertengkaran antara paus jantan dalam spesies yang sama. Hipotesis ini konsisten dengan gigi yang berbentuk kerucut dan jarang-jarang. Gigi yang belum sempurna juga terdapat di bagian rahang atas, namun gigi tersebut jarang tumbuh dan terlihat di mulut.

Visit : RichOcean
Download Artikel ini

Krill

Northern krill

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Upafilum: Crustacea
Kelas: Malacostraca
Ordo: Euphausiacea
Families
• Euphausiidae
• Bentheuphausiidae

Krill adalah crustacea seperti udang yang dapat ditemui di semua samudera dunia. Mereka dimakan oleh banyak binatang, termasuk burung, paus, cumi-cumi dan hiu paus. Mereka biasanya ditemukan pada grup besar, dengan lebih dari 10.000 krill per meter kubik.

Visit : RichOcean
Download Artikel ini

Ikan Badut

Ikan badut Ocellaris, Amphiprion ocellaris


Klasifikasi Ilmiah :
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Pomacentridae
Upafamili: Amphiprioninae
Genera :
Amphiprion
Premnas

Ikan badut adalah ikan dari subfamili Amphiprioninae dalam famili Pomacentridae. Sekitar dua puluh delapan spesies dikenali, salah satunya berada di genus Premnas, sementara sisanya di genus Amphiprion. Di alam bebas mereka membentuk hubungan simbiosis dengan anemon laut. Ikan badut berwarna kuning, jingga, kemerahan atau kehitapan. Spesies terbesar mencapai panjang 18 cm, sementara yang terkecil hanya mencapai 10 cm.

Visit : RichOcean
Download Artikel ini

Kamis, 01 April 2010

Kerapu Harimau

Kerapu harimau

Status konservasi
Hampir terancam (IUCN3.1)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Serranidae
Genus: Epinephelus
Spesies: E. fuscoguttatus
Nama binomial
Epinephelus fuscoguttatus (Forsskål, 1775)

Kerapu harimau (Epinephelus fuscoguttatus) adalah sejenis ikan dari keluarga Serranidae yang ditemukan di Australia, Bangladesh, British Indian Ocean Territory, Brunei, Kamboja, Kepulauan Cocos, Comoros, Djibouti, Mesir, Eritrea, Fiji, Guam, Hong Kong, India, Indonesia, Israel, Jepang, Jordania, Kenya, Kiribati, Madagaskar, Malaysia, Kepulauan Maladewa, Kepulauan Marshall, Pulau Mauritius, Mikronesia, Mozambique, Myanmar, Kaledonia Baru, Kepulauan Mariana Utara, Pakistan, Palau, Papua Niugini, Filipina, Réunion, Samoa, Arab Saudi, Kepulauan Seychelles, Singapura, Kepulauan Solomon, Somalia, Sri Lanka, Sudan, Taiwan, Tanzania, Thailand, Vanuatu, Vietnam dan Yemen. Namanya dalam bahasa Inggris adalah brown-marbled grouper.
Habitat alaminya adalah lautan terbuka, lautan dangkal, subtidal aquatic beds, karang dan laguna pantai. Ikan ini terancam kehilangan habitatnya.

Visit : RichOcean
Download Artikel ini