Kamis, 01 April 2010

Kerapu Merah

Kerapu sunuk
Status konservasi

Hampir terancam (IUCN3.1)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Serranidae
Genus: Plectropomus
Spesies: P. leopardus

Nama binomial
Plectropomus leopardus (Lacepède, 1802)

Kerapu sunuk atau kerapu merah (Plectropomus leopardus) adalah sejenis ikan dari keluarga Serranidae yang ditemukan di Samoa Amerika, Australia, Brunei, Kepulauan Cocos, Fiji, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Mikronesia, Kaledonia Baru, Kepulauan Mariana Utara, Pulau Palau, Papua Niugini, Filipina, Samoa, Singapura, Kepulauan Solomon Taiwan, Thailand dan Vietnam. Namanya dalam bahasa Inggris adalah coral trout, leopard coral grouper atau leopard coral trout.
 Habitat alaminya adalah lautan terbuka dan karang.

Istilah “kerapu sunuk” sebenarnya mencakup sejumlah jenis ikan, di antaranya :
• Plectropomus areolatus,
• Plectropomus laevis (bernoda biru),
• Plectropomus leopardus (kerapu sunuk biasa),
• Plectropomus maculatus (dengan pipi bergaris).
Jenis kerapu sunuk merupakan sasaran utama pemancing di daerah karang disepanjang pantai Queensland (Australia).

Visit : RichOcean
Download Artikel ini

Kepe Kepe

Kepe-kepe adalah kelompok ikan laut tropis yang berwarna mencolok dari famili Chaetodontidae; ikan bendera dan ikan koral juga termasuk ke dalam famili ini. Kebanyakan ditemukan di terumbu karang di samudra Pasifik, Hindia dan Atlantik, ikan kepe-kepe terdiri atas sekitar 120 spesies dalam 10 genera.

Sejumlah pasangan spesies ada di samudera Pasifik dan Hindia, anggota-anggota dari genus yang besar, Chaetodon, dan taksonomi mereka seringkali dirasa rancu oleh apakah spesies dari genus ini dianggap spesies atau subspesies. Penelitian baru-baru ini dengan menggunakan data sekuensi DNA menjawab banyak dari pertanyaan ini. Banyak subgenera juga telah diusulkan untuk membagi-bagi Chaetodon, dan sekarang menjadi jelas bagaimana seharusnya genus tersebut dibagi-bagi jika hal itu diinginkan.

Kepe-kepe tampak seperti versi kecil dari ikan injel (Pomacanthidae), namun tidak seperti ikan injel, kepe-kepe tidak memiliki duri preoperkulum pada tutup insang. Beberapa anggota genus Heniochus mirip Moorish Idol (Zanclus cornutus) dari famili monotipik Zanclidae. Diantara “Perciformes” yang parafiletik, ikan injel mungkin tidak terlalu jauh berkerabat dengan kepe-kepe, sedangkan Zanclidae nampak lebih jauh.

Kepe-kepe rakun, Chaetodon lunula, kadang-kadang ditempatkan di genus Rabdophorus

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Superkelas: Osteichthyes
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Upaordo: Percoidei
Superfamili: Percoidea
Famili: Chaetodontidae

Genera
Sekitar 10

Deskripsi dan ekologi
Sekumpulan moorish idol palsu, Heniochus diphreutes

Ikan kepe-kepe umumnya berukuran kecil, kebanyakan panjangnya 12 sampai 22 cm. Spesies terbesar, kepe-kepe bergaris dan kepe-kepe pelana, C. ephippium, tumbuh hingga 30 cm. Namanya merujuk pada tubuh yang berwarna terang dan berpola mencolok pada banyak spesies, dengan sentuhan warna hitam, putih, biru, merah, jingga, dan kuning. Namun beberapa spesies berwarna biasa saja. Banyak kepe-kepe yang ‘bintik mata’ di sisi tubuhnya serta pita gelap yang melewati mata mereka, mirip pola yang terlihat di sayap kupu-kupu. Tubuhnya yang bulat pipih mudah dikenali di melimpahnya kehidupan terumbu karang, sehingga orang mengira bahwa warna mencolok itu dimaksudkan untuk komunikasi antarspesies. Ikan kepe kepe sirip punggung tidak terbagi-bagi, sirip ekornya membulat atau nampak terpotong tapi tidak bercabang.

Umumnya aktif di siang hari dan sering berada di air dangkal berkedalaman kurang dari 18 m (meskipun beberapa spesies turun hingga 180 m), kepe-kepe umumnya terikat pada rentang habitat tertentu. Kepe-kepe pemakan koral umumnya bersifat teritorial, membentuk pasangan-pasangan kawin dan mengklaim kepemilikan sendiri atas koral. Berlawanan dengan itu, pemakan zooplankton membentuk kelompok satu spesies berjumlah besar. Pada malam hari, kepe-kepe bersembunyi di antara celah-celah karang dan dan memperlihatkan warna tubuh yang berbeda dari warnanya di siang hari.

Warna mereka juga menjadikan ikan kepe-kepe ikan hias akuarium yang populer. Akan tetapi, banyak spesiesnya memakan koral, polip dan anemon. Ini menimbulkan masalah pada kebanyakan akuarium terumbu karang dimana keseimbangan yang rapuh harus dijaga. Oleh karena itu, spesies yang dipelihara pada hobi merupakan spesies yang makanannya umum ataupun spesialis pemakan zooplankton.

Ikan kepe-kepe merupakan ikan yang bertelur pelagis, yaitu mereka menghasilkan banyak telur yang mengapung yang kemudian menjadi bagian plankton, melayang-layang terbawa arus hingga menetas. Anaknya melalui tahap yang disebut tholichthys, dimana tubuh dari ikan pascalarva tertutup lempengan tulang besar yang meluas dari kepala. Lempengan tulang itu menghilang saat mereka beranjak dewasa. Tahap yang dilindungi lempengan semacam itu hanya terlihat pada satu famili ikan lain, scat (Scatophagidae).

Taksonomi, sistematika dan evolusi
Nama familia ikan kepe-kepe berasal dari kata bahasa Yunani Kuno chaite (“rambut”) dan odontos (“gigi”). Hal ini merujuk pada barisan gigi mirip sikat yang ada di mulutnya yang dapat dimonyongkan.
Chaetodontidae dapat dibagi menjadi dua garis keturunan yang mungkin dapat dianggap sebagai subfamilia. Namun hal ini tidaklah selesai, dan nama subfamili Chaetodontinae tidak dipakai karena ia adalah peninggalan dari masa saat Pomacanthidae dan Chaetodontidae digabungkan dalam Chaetodontidae sebagai satu famili. Oleh karena itu, Chaetodontinae sekarang dianggap sinonim junior dari Chaetodontidae. Dalam hal apapun, satu garis keturunan Chaetodontidae (dalam pengertian modern) terdiri dari kepe-kepe “khas” di sekitar Chaetodon, sedangkan yang lain menggabungkan genus ikan bendera dan ikan koral. Karena “Perciformes” sangat parafiletik, hubungan yang tepat dari Chaetodontidae secara keseluruhan kurang diketahui.

Catatan fosil kelompok ikan ini sedikit. Hal ini dikarenakan terutama oleh fakta bahwa mereka terbatas tinggal di terumbu karang dimana bangkai binatang mudah dimakan oleh pemakan bangkai, tertutupi oleh tumbuh berlebihnya koral, bahkan jika mereka memfosil mungkin sekali cepat atau lambat erosi akan menghancurkan fosil mereka. Namun, ada Pygaeus, fosil yang sangat basal dari epoch Eosen akhir-tengah dari Eropa, berasal dari masa Bartonian 40-37 juta-tahun yang lalu. Sehingga Chaetodontidae mungkin berasal dari Eosen tengah-awal. Jam molekuler dikombinasikan dengan bukti yang diberikan Pygaeus memungkinkan penempatan pemisahan awal antara dua garis keturunan utama hingga Eosen akhir-tengah, bersama dengan beberapa fosil lain, memungkinkan untuk menyimpulkan bahwa kebanyakan genus yang hidup sekarang mungkin sudah berbeda pada akhir Paleogene 23 juta tahun lalu.

Genera
Garis ikan bendera-ikan koral lebih jauh dapat dibagi menjadi dua kelompok; hal ini mungkin dianggap tribus namun belum dinamai secara resmi. Genera terdaftar berurutan atau berdasarkan filogenetik yang diperhitungkan, dari yang paling purba hingga yang termuda :
Ikan bendera/ikan koral garis 1:
• Amphichaetodon
• Coradion
• Chelmon
• Chelmonops
Ikan bendera/ikan koral garis 2:
• Forcipiger
• Hemitaurichthys
• Heniochus
• Johnrandallia Nalbant 1974 (termasuk Pseudochaetodon)

Visit : RichOcean
Download Artikel ini

Ikan Todak

Ikan Todak, Swordfish
Todak (Xiphias gladius) atau adalah sejenis ikan laut yang rahang atas dan moncongnya memanjang berbentuk seperti pedang pipih dan kuat berukuran hampir sepertiga panjang badan ikan tersebut. Tubuh ikan todak panjang mmbulat dapat mencapai 2 – 4,6 m dan dapat berbobot hingga 650 kg, kulitnya licin tidak bersisik, bagian atas tubuhnya berwarna keunguan atau kebiruan dan bagian bawah tubuhnya keperakan. Banyak terdapat di perairan tropis dan perairan iklim sedang.
Ikan todak satu-satunya anggota famili Xiphiidae

Tubuh
Nama ilmiahnya berasal dari paruhnya yang panjang dan tajam menyerupai pedang (Latin gladius) atau tombak. Pedang tersebut bersama dengan bentuk tubuh yang melancip memungkinkan ikan todak menyibak air dengan mudah dan lincah. Berlawanan dengn kepercayaan, pedangnya itu tidak dipakai menombak, melainkan untuk memukul untuk melukai mangsanya, untuk membuat mangsa tersebut mudah ditangkap.

Untuk menangkap mangsanya, ikan todak sangat bergantung pada kecepatannya yang dapat mencapai 80 kilometer per jam serta kelincahan dalam air. Satu penggunaan untuk pertahanan yang mungkin dari pedangnya adalah melindungi dirinya dari pemangsa alaminya yang sedikit. Hiu mako sirip-pendek adalah salah satu binatang laut jarang yang cukup besar dan cepat untuk mengejar dan membunuh seekor ikan todak, namun hiu itu tidak selalu menang. Kadang-kadang saat berjuang melawan seekor hiu, seekor ikan todak dapat membunuh hiu tersebut dengan menusuknya di insang atau perut.

Todak betina lebih bear dari yang jantan, dengan jantan yang lebih berat dari 135 kg jarang ditemukan.Ikan todak betina dewasa pada umur 4-5 tahun di Pasifik barat-laut sementara jantan dewasa sekitar umur 3 sampai 4 tahun. Di Pasifik Utara, pemijahan berkelompok terjadi di air yang lebih hangat daripada 24 °C dari bulan Maret hingga Juli dan sepanjang tahin di Pasifik katulistiwa. Ikan todak dewasa mencari makan yang berupa ikan pelagis seperti tuna kecil, lemadang, barakuda, dan ikan terbang, makarel, dan juga spesies bentik seperti hake dan rockfish. Jika ada, cumi-cumi juga mangsa yang penting. Ikan todak dewasa dianggap memiliki sedikit pemangsa, sedangkan ikan todak muda sangat rentan dimangsa oleh ikan pelagis besar.

Rangka ikan todak di National Museum of Natural History, Washington, D. C.

Sementara ikan todak termasuk hewan berdarah dingin, mereka mempunyai organ khusus dekat mata untuk menghangatkan mata dan juga otak mereka. Suhu 10 sampai 15 °C di atas suhu air sekitarnya telah diukur. Pemanasan mata meningkatkan penglihatannya, dan meningkatkan kemampunnya dalam menagkap mangsa.

Dari lebih dari 25.000 spesies ikan bertulang sejati, hanya 22 yang diketahui mampu menghangatkan bagian tubuh tertentu di atas suhu air sekitarnya. Diantara ikan-ikan tersebut adalah ikan todak, marlin dan tuna. Ikan todak bukan ikan yang hidup berkelompok. Mereka berenang sendirian dan dalam pengelompokan yang berjauhan, terpisah sekitar 10 meter dari ikan todak tetangganya. Mereka sering ditemukan berjemur di permukaan, mengudarakan sirip punggung pertamanya. Penumpang kapal melaporkan hal ini sebagai pemandangan indah, seperti lomptan kuatnya yang membuat spesies ini dikenal. Lompatan ini oleh beberapa peneliti dianggap untuk melepaskan hama, seperti remora atau lamprey. Lompatan itu juga bisa menjadi cara ikan todak makan di permukaan dengan mengejutkan ikan kecil saat todak itu melompat dari air, membuat ikan kecil tersebut lebih mudah ditangkap untuk dimakan.

Ikan todak makan setiap hari, seringkali pada malam hari saat mereka naik ke permukan dan air dekat permukaan untuk mencari ikan yang lbih kecil. mereka telah diaamati bergerak melewati sekawanan ikan, menebaskan pedangnya untuk membunuh atau mengejutkan mangsanya. Di Atlantik Utara bagian barat, cumu-cumi merupakan makanannya yang populer. Ikan seperti menhaden, makerel, bluefish, silver hake, butterfish, dan hering juga merupakan makanan ikan todak.

Visit : RichOcean
Download Artikel ini

Ikan Giru Gelang Putih

Ikan Klon

Ikan giru gelang putih (ikan klon, ikan badut, Amphiprion percula Lacepède) adalah ikan akuarium air laut yang populer, seperti jenis-jeins Amphiprion lainnya. Ikan ini ditemukan di daerah luas di wilayah Indo-Pasifik tropis dan hidupnya selalu dekat dengan anemon laut karena keduanya memang dapat saling bekerjasama saling menguntungkan. Ikan klon dapat bersembunyi dari ikan lain di anemon, sedangkan anemon bisa mendapat makan dari ikan klon.

Visit : RichOcean
Download Artikel Ini

Ikan Bertulang

Hiu putih besar, Carcharodon carcharias
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Upafilum: Vertebrata
Infrafilum: Gnathostomata
Kelas: Chondrichthyes
Huxley, 1880

Subkelas
Elasmobranchii
Holocephali

Chondrichthyes atau ikan bertulang rawan adalah ikan berahang, mempunyai sirip berpasangan, lubang hidung berpasangan, sisik, jantung beruang dua, dan rangka yang terdiri atas tulang rawan bukan tulang sejati. Mereka dibagi menjadi dua subkelas: Elasmobranchii (hiu, pari dan skate) and Holocephali (kimera, kadang-kadang disebut hiu hantu, dan kadang dipisahkan menjadi kelas tersendiri).

Anatomi Rangka
Rangkanya bertulang rawan. Notokorda, yang ada pada yang muda, lambat laun digantikan oleh tulang rawan. Chondrichthyes juga tidak punya rusuk, maka jika mereka keluar dari air, berat tubuh dari spesies besar dapat menghancurkan organ dalam mereka sendiri lama sebelum mereka lemas.
Karena tidak memiliki sumsum tulang, sel darah merah diproduksi di limpa dan jaringan khusus di kelaminnya. mereka juga menghasilkan organ yang disebut Organ Leydig yang hanya ditemukan pada ikan bertulang rawan, meski beberapa tidak memilikinya. Organ unik lain adalah organ epigonal yang mungkin berperan dalam sistem kekebalan. Subkelas Holocephali, grup yang sangat terspesialisasi, tidak mempunyai kedua organ ini.


Visit : RichOcean
Download Artikel ini

Lion Fish

Lepu Pterois volitans Manado-e
Lepu Ayam (Pterois Volitans)

Lepu adalah sekelompok spesies ikan laut yang beracun yang tergabung dalam genus Pterois, Parapterois, Brachypterois, Ebosia atau Dendrochirus dari keluarga Scorpaenidae. Lepu merupakan spesies predator. Ketika berburu, mereka akan menyudutkan buruannya dengan sirip besarnya dan dengan refleks cepatnya mereka menekan buruannya sekaligus. Lepu dikenal karena durinya yang panjang dan memiliki warna merah, coklat, oranye, kuning, hitam atau putih berselang-seling. Kelompok ikan ini diklasifikasikan sebagai sebuah subfamili (Pteroinae) atau sebuah suku di bawah Scorpaeninae (Pteroini).

Habitat Lepu berada di bebatuan karang wilayah Indo-Pasifik. Beberapa spesies juga ditemukan di pantai timur Atlantik dari Long Island sampai Florida.
Spesies :
Lepu Ayam (Pterois Volitans, P. Russeli)
Lepu Angin (Scorpaena Guttata)
Lepu Tembaga (Synanceja Horrdia)

Visit : RichOcean
Download Artikel ini

Ikan Terbang

Ikan terbang sirip layar
Klasifikasi Ilmiah :
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Beloniformes
Famili: Exocoetidae


Ikan terbang

Exocoetidae atau ikan terbang adalah familia ikan laut yang terdiri atas sekitar 50 spesies yang dikelompokkan dalam 7 hingga 9 genera. Ikan terbang ditemukan di semua samudra utama, terutama di perairan tropis dan subtropis di samudera Atlantik, Pasifik dan Hindia. Ciri utamanya yng paling menonjol adalah sirip dadanya yang besar, memungkinkan ikan ini meluncur terbang secara singkat di udara, di atas permukaan air, untuk lari dari pemangsa. Peluncuran mereka biasanya sejauh sekitar 50 meter, namun mereka dapat menggunakan dorongan pada tepi gelombang hingga dapat mencapai jarak setidaknya 400m.

Visit : RichOcean
Download Artikel ini

Ikan Tenggiri

Tenggiri laki/fajar
Klasifikasi Ilmiah :
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Scombridae
Genus: Acanthocybium
Spesies: A. solandri

Nama binomial
Acanthocybium solandri

Tenggiri laki, tenggiri fajar, atau wahoo (Acanthocybium solandri) adalah ikan dari suku Scombridae yang ditemukan di lautan tropis dan subtropis. Karena kecepatan dan kualitas dagingnya yang tinggi membuat ikan ini dijadikan hadiah permainan memancing. Di Hawaii, ikan ini dikenal sebagai ono, sedangkan di Karibia dan Amerika Tengah ikan ini dipanggil peto.

Tubuhnya tertutupi oleh sisik kecil dan tipis, punggungnya berwarna hijau-kebiruan, sisik berwarna perak, dengan pola garis-garis berwarna biru gelap, warnanya akan semakin pudar ketika mati. Ikan ini bermulut besar, dan taring di bagian bawah dan atas mulutnya terlihat lebih tajam daripada taring ikan mackerel Spanyol.

Seekor tenggiri laki yang ditangkap oleh nelayan di Bonaire, Antillen Belanda
Tengiri laki adalah ikan yang menghuni perairan tropika dan subtropika Indo-Pasifik.


Visit : RichOcean
Download Artikel ini